Text
Tempo : Represi tanpa henti
EMOKRASI itu riuh dan berisik, kata sejarawan Anne Applebaum dalam Twilight of Democracy. Tapi bukan oleh ceracau para pengurus negara. Demokrasi ramai oleh suara warga negara menyampaikan unek-unek, kritik, komentar terhadap kebijakan dan keadaan, terhadap perilaku para pejabat, sebagai pembayar pajak, sebagai publik yang dimuliakan dalam sistem republik. Presiden Prabowo Subianto tahu prinsip ini.
Alarm ancaman terhadap demokrasi kian nyaring pada tahun Kuda Api. Prabowo Subianto dan Partai Gerindra ingin mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945 pada naskah awal, yang tak membatasi periode kekuasaan presiden. Pengesahan aturan pemilihan Kepala Daerah tak langsung juga tinggal menunggu waktu karena didukung mayoritas partai politik di parlemen. Militer kian merangsek ke ranah sipil, kebebasan berkspresi pun menyempit.
Tidak tersedia versi lain